PENGENDALIAN STRATEGI
DIFERENSIASI
Banyak
faktor yang secara bersama-sama memengaruhi struktur organsasi dan proses
pengendalian manajemen di dalam suatu perusahaan. Para peneliti telah mencoba
untuk menguji faktor-faktor ini dengan menerapkan apa yang disebut teori
kontinjensi; nama itu berarti bahwa struktur dan proses bergantung, atau
kontinjen terhadap, berbagai faktor internal dan eksternal. Studi-studi
penelitian telah mengidentifikasikan faktor-faktor penting yang memengaruhi
desain sistem pengendalian-di antaranya adalah ukuran, lingkungan, teknologi,
saling ketergantungan, dan strategi.
Strategi
Korporat
Strategi
korporat adalah suatu kontinum dengan strategi industry tunggal diversifikasi
yang tidak berhubungan. Industri tunggal adlah perusahaan yang cenderung
terorganisasi secara fungsional , manager senior bertanggung jawab
mengembangkan strategi perusahaan keseluruhan.
Tetapi
tidak semua perusahaan industri tunggal di organisasi secara fungsional
misalnya saja rantai restoran cepat saji, hotel, supermarket dan toko obat
adalah perusahaan industri tunggal tetapi perusahaan–perusahaan itu
diorganisasi berdasarkan unit-unit bisnis, masing-masing mempunyai fungsi
produksi dan dan pemasaran.
Dengan
demikian, keprihatinan yang selalu ada dalam merancang sistem pengendalian
sebaiknya adalah apakah perilaku yang dipengaruhi oleh sistem tersebut tetap
konsisten dengan strategi.
Implikasi
Terhadap Struktur Organisasi
Strategi korporat adalah suatu
kontinum dengan strategi "industri tunggal" pada satu ujung dan"
diversifikasi tidak berhubungan" di ujung yang lain. Lokasi suatu
perusahaan pada kontinum tersebut bergantung pada luas dan jenis
diversifikasinya. Strategi korporat yang berbeda mengimplikasikan struktur
organisasi yang berbeda dan, pada gilirannya, pengendalian yang berbeda.
Implikasi terhadap Pengendalian Manajemen
Setiap organisasi, bagaimanapun selaras strukturnya
dengan strategi pilihannya, tidak dapat secara efektif menerapkan strateginya
tanpa sistem pengendalian manajemen yang konsisten. Sementara struktur
organisasi menentukan hubungan pelaporan serta tanggung jawab dan wewenang dari
manajer yang berbeda, hal itu memerlukan sistem pengendalian yang dirancang
dengan memadai agar dapat berfungsi seeara efektif.
Perusahaan
industri tunggal dan terddiversifikasi yang berhubungan memiliki kompetensi
inti tingkat korporat . Saluran-saluran komunikasi dan alih kompetensi
menjadi sangat penting.
a.
Perencanaan
Strategis
Rendahnya
saling ketergantungan , konglomerat cenderung menggunakan sistem perencanaan
strategis vertikal yaitu unit bisnis menyiapkan rencana strategis dan
menyerahkan kepada manajemen senior untuk untuk ditinjau dan disetujui.
b.
Penyusunan
Anggaran
Dalam
perusahaan industri tunggal CEO mengetahui operasi perusahaan secara mendalam
dan manajer unit bisnis cenderung memiliki hubungan yang lebh sering, dengan
mekanisme yang informal sebagai alat
pengendali,dan orientasi pribadi. Dalam industri yang terdiversifikasi komunikasi dan
kendali melalui sistem penyususnan
anggaran yang formal.
c.
Penetapan
Harga Transfer
Transfer
barang dan jasa antar unit bisnis lebih sering tertjadi pada perusahaan
industri tunggal dan perusahaan terdiversifikasi yang berhubungan dibandingkan
dengan pada perusahaan konglomerat.
d.
Kompensasi
Insentif
Penggunaan
Rumus. Konglomerat menggunakan rumus dalam menentukan bonus manajer unit bisnis
yaitu mendasarkan pada porsi yang lebih besar dari bonus ukuran-ukuran keuangan
kuantitatif seperti x persen bonus atas nilai tambah ekonomi (Economic Value
Added- EVA) aktual diatas EVA yang
dianggarkan.
e.
Ukuran-ukuran
profitabilitas.
Perusahaan
terdiversifikasi yang tidak berhubungan bonus insentif dari manager unit bisnis
ditentukan oleh profitabilitas unit tersebut.
Perusahaan tunggal dan perusahaan terdiversifikasi yang berhubungan
mendasarkan pada kinerja unit bisnis dan kinerja organisasi yang lebih besar.
Misi
A.
Misi
dan Ketidakpastian
Unit-unit yang
membangun cenderung menghadapi ketidakpastian lingkungan dibandingkan unit-
unit yang memanen karena beberapa alasan :
- Strategi membangun dilaksanankan pada tahap pertumbuhan dari siklus hidup produk, sedangkan strategi memanen dilaksanakan pada tahap dewasa/menurun.
- Tujuan dari unit bisnis membangun adalah untuk meningkatkan pangsa pasar
- Pada sisi input maupun output , manager dari unit bisnis membangun cenderung mengalamai ketergantungan yang lebih besar pada individu dan organisasi eksternal dibandingkan dengan para manager unit bisnis yang memanen
- Manager unit bisnis membangun memiliki pengalaman yang lebih sedikit sehingga hal ini memberikan kontribusi ketidakpastian yang lebih besar
B.
Misi
dan Rentang Waktu
Pemilihan
strategi membangun dan memanen mempunyai implikasi trade off laba jangka pendek
versus jangka panjang . Strategi membangun pangsa pasar meliputi :
- Pemotongan harga
- Pengeluaran litbang yang besar
- Pengeluaran pengembangan pasar utama
Strategi memanen
berkonsentrasi kepada memaksimalkan laba jangka pendek
C.
Perencanaan
Strategis
Perencanaan
strategis diutamakan untuk unit bisnis yang membangun terutama pada tahap pertumbuhan dari siklus
hidup produk,manajer senior mungkin menetapkan tingkat diskonto yang lrelatif
rendah dengan demikian memotivasi manajer untuk mengemukakan ide investasi ke kantor korporat, analisiss keuangan pada
unit membangun mungkin tidak dapat
diandalkan sehingga data-data non keuangan menjadi lebih penting sedangkan untuk yang memanen hanya bersifat
umum karena lingkunagnnya cenderung lebih stabil
D.
Penyusunan
Anggaran
Dalam
penyusunan Anggaran antara unit bisnis membangun dan memanen berbeda. Unit
bisnis membangun dimungkinkan lebih sering melakukan revisi anggaran karena
perubahan pangsa pasar produk dan lingkungan. Manajer unit bisnis yang
membangun mempunyai unit dan pengaruh yang lebih besar dalam memformulasikan
anggaran karena beroperasi dalam lingkungan yang cepat berunah dan memiliki
pengetahuan yang lebih baik mengenai perubahan-perubahan yg terjadi
dibandingkan dengan manajer senior
Keunggulan Kompetitif
Suatu
unit bisnis dapat memilih untuk bersaing baik sebagai remain terdiferensiasi
atau sebagai remain biaya rendah. Memilih pendekatan diferensiasi, dan bukannya
pendekatan biaya rendah, meningkatkan ketidakpastian dalam lingkungan tugas
unit bisnis karena tiga alasan.
Pertama,
inovasi produk adalah lebih penting bagi unit bisnis diferensiasi. Hal ini
sebagian disebabkan karena unit bisnis diferensiasi terutama fokus pada
keunikan dan eksklusivitasnya, yang memerlukan inovasi produk lebih besar. Sementara
unit bisnis yang berbiaya rendah, dengan penekan utama pada pengurangan biaya,
biasanya lebih memilih untuk mempertahankan agar penawaran produknya stabil
sepanjang waktu.
Kedua,
unit bisnis biaya rendah biasanya cenderung untuk mempunyai lini produk yang
sempit guna meminimalkan biaya penyimpanan persediaan dan memperoleh manfaat
dari skala ekonomi.
Ketiga,
unit bisnis biaya rendah biasanya menghasilkan produk sederhana yang bersifat
komoditas, dan produk-produk ini sukses semata-mata karena memilikiharga yang
lebih rendah dibandingkan dengan produk saingan.
Gaya Manajemen Puncak
Fungsi pengendalian manajemen dalam organisasi dipengaruhi oleh gaya manajemen senior. Gaya dari CEO memengaruhi proses peng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar