Kamis, 12 Juli 2018

SPM 8 - PERENCANAAN STRATEGIS DAN PENGANGGARAN


PERENCANAAN STRATEGIS DAN PENGANGGARAN


Hakikat Perencanaan Strategi 

Rencana strategis adalah pernyataan rencana spesifik mengenai bagaimana untuk mencapai ke arah masa depan yang akan diambil oleh entitas. Sedangkan perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan. Hasil dari proses perencanaan strategi berupa dokumen yang dinamakan strategic plan yang berisi informasi tentang program-program beberapa tahun yang akan datang.

Hubungan Perencanaan Strategi dan Perumusan Strategi

    Perumusan strategu merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan strategi merupakan proses bagaimana meingemplementasikan strategi tersebut. Dalam proses perumusan strategi, manajemen menentukan cita-cita organisasi dan menciptakan strategi-stratego utama untuk mencapai cita-cita tersebut.

   Namun pada praktiknya, ada sejumlah besar tumpang tindih antara perumusan strategi dan perencanaan strategi. Studi-studi yang dibuat dalam proses perencanaan strategi mungkin mengindikasikan bahwa perlu mengubah cita-cita atau strategi. Sebaliknya, perumusan strategi biasanya memasukkan pertimbangan awal tentang program-program yang akan diadopsi sebagai alat untuk mencapai cita-cita tersebut.
 
Manfaat dan Keterbatasan dari Perencanaan Strategis

Proses perencanaan strategis formal dapat memberikan manfaat, antara lain:
  1. Kerangka Kerja Untuk Pengembangan Anggaran Tahunan
    Suatu anggaran operasi memerlukan komitmen sumber daya untuk masa depan. Oleh karena itu, penting bahwa manajemen membuat komitmen sumber daya semacam itu dengan ide yang jelas mengenai kemana arah organisasi untuk beberapa tahun kedepan. Suatu rencana strategis menyediakan kerangka kerja yang lebih luas. Dengan demikian manfaat penting dari pembuatan suatu rencana strategis adalah bahwa rencana tersebut memfasilitasi formulasi dari anggaran operasi yang efektif. Selain itu mempunyai manfaat memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya yang optimal yang mendukung opsi-opsi strategis kunci.
  2.  Alat Pengembangan Manajemen
    Perencanaan strategi formal adalah alat pendidikan dan pelatihan manajemen yang unggul dalam melengkapi para manajer dengan suatu pemikiran mengenai strategi dan mengimplementasikannya. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perencanaa strategis formal, proses itu sendiri adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan output dari proses tersebut, yang merupakan dokumen rencana.
  3. Mekanisme Untuk Memaksa Manejemen Agar Memikirkan Jangka Panjang
    Proses perencanaan strategis formal memaksa manajer untuk meyediakan waktu guna memikirkan masalah-masalah jangka panjang yang penting.
  4.  Alat Untuk Menyejajarkan Manajer Dengan Strategi Jangka Panjang Perusahaan
    Debat, diskusi dan negoisasi yang terjadi selama proses perencanaan mengklarifikasi strategi korporat, menyatukan dan meyejajarkan manajer dengan strategi semacam itu, dan mengungkapkan implikasi dari strategi korporat bagi manajer individual. Meskipun perencanaan strategis mempunyai banyak manfaat, namun juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
  • Selalu ada bahaya bahwa perencanaan berakhir menjadi pengisian formulir, latihan birokrasi, tanpa pemikiran strategis.
  • Bahwa organisasi mungkin menciptakan departemen perencanaan strategis yang besar dan mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada para staf dari departemen tersebut.
  • Perencanaan strategis adalah proses yang memakan waktu dan mahal

    Rencana  strategis formal yang diinginkan dalam organisasi memiliki karakteristik berikut:
  •  Manajemen puncak yakin bahwa perencanaan strategis adalah penting.
  • Organisasi tersebut relatif besar dan rumit.
  • Ada kepastian yang cukup besar mengenai masa depan, tetapi organisasi memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan situasi yang berubah

Penganggaran

    Penganggaran adalah penciptaan suatu rencana kegiatan  yang dinyatakan dalam ukuran keuangan. Penganggaran memainkan peran penting di dalam perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi.

Karakteristik Anggaran :
·        
  •  Anggaran mengestimasi potensi laba satuan bisnis
  • Anggaran dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter dapat saja ditunjang oleh jumlah non moneter (missalnya, unit yang dijual atau diproduksi).
  • Mencakup periode satu tahun.
  • Anggaran merupakan komitmen manajemen; manajer sepakat untuk mengemban tanggung jawab atas pencapaian tujuan yang dianggarkan.
  • Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh otoritas yang lebih tinggi ketimbang oleh pihak yang menganggarkan (budget).
  • Begitu disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi yang ditetapkan.
  • Secara berkala, kinerja finansial sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran, dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan.
Manfaat Penganggaran 
  •  Anggaran menunjukkan kepada manajemen :
  •  Angka laba yang dikehendaki oleh perusahaan.
  • Sumber daya yang diharapkan dapat dihasilkan atau digunakan selama periode anggaran yang akan datang.
  • Memberikan landasan untuk pengambilan keputusan alternatif yang terbaik.
Keterbatasan Penganggaran 
  • Dalam banyak kejadian, anggaran cenderung terlalu menyederhanakan fakta situasi nyata di lapangan
  • Terlampau menekankan hasil ( Yi : laba bersih sesung- guhnya dibandingkan dg jumlah laba yang dianggar kan), namun bukan pada sebab musababnya.
  • Tema partisipatif pada anggaran menuntut dukungan penuh dan keterlibatan manjem
  • Dapat menggerogoti inisiatif manajemen dengan meng halangi perkembangan dan tindakan baru yang tidak tercakup dalam anggaran.
  • Proses penganggaran bukanlah ilmu murni dan pertimbangan yang baik memainkan peran esensial.
Tipe Anggaran :
  •  Ceiling Budge
    Tipe anggaran yang dipakai untuk tujuan-tujuan pengawasan dinamakan Ceiling Budget. Anggaran jenis ini mengawasi suatu instansi secara langsung dengan cara menentukan batas-batas pengeluaran melalui peraturan penggunaan/pemberian, atau secara tidak langsung dengan cara membatasi penghasilan instansi pada sumber yang diketahui dan jumlah yang terbatas.
  • A Line-Item Budget
    Tipe ini menggolongkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan jenis, digunakan untuk mengawasi jenis-jenis pengeluaran dan juga jumlah totalnya
  • Performance and Program Budgets
    Tipe ini berguna untuk menspesifikasi aktivitas-aktivitas atau program-program berdasarkan mana dana digunakan, dan dengan cara demikian membantu dalam evaluasinya. Dengan cara memisahkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan fungsi (seperti kesehatan atau keamanan public) atau berdasarkan jenis pengeluaran (seperti kepegawaian dan peralatan) atau berdasarkan sumber penghasilan seperti pajak kekayaan atau biaya-biaya pemakaian (user fees), para administrator dan para anggota legislatif bisa mendapatkan laporan-laporan yang tepat mengenai transaksi-transaksi keuangan, untuk mempertahankan baik efisiensi ke dalam maupun pengawasan dari luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SPM 14 - ORGANISASI JASA

    ORGANISASI   JASA   Organisasi Jasa Secara Umum Sistem pengendalian manajemen tidak hanya menyangkut aspek manufaktur saja. ...